Inilah Tiga Kendaraan Militer Yang Sering Digunakan TNI AD

Berinformasi.com, Jakarta – Korps Kavaleri adala satuan militer yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Korps ini memiliki beberapa kendaraan militer.

Korps Kavaleri ini dibentuk pada 9 Febuari 1950. Korp ini dibentuk tepat setahun pasca Belanda dan pasukan sekutu pergi dari Indonesia. Satuan lapis baja ini menjadi salah satu benteng pertahanan bagi NKRI. Tanpa pasukan Kavaleri Indonesia bisa goyah jika mendapat serangan dari luar. Berikut kendaraan militer yang sering digunakan TNI AD.

Panser Badak 6×6

Panser Badak 6×6 adalah kendaraan pengganti panser kanon FV 601 Saladin. Panser ini buatan dalam negeri, yaitu PT Pindad. Panser ini memiliki kemampuan tempur dan daya jelajah yang menyamai dari kemampuan panser Saladin.

 PT Pindad juga kabarnya tengah membuat 50 buah Panser Badak 6×6 yang memiliki standard NATO STANAG 4560 level III yang tak bisa ditembus oleh peluru. Adapun senjata utama yang dipilih ialah kanon Cockerill CSE 90LP MK3M A1. Senjata akan sangat berguna bagi Panser Badak jika sewaktu-waktu terjadi perang dengan musuh.

Panhard EBR FL-11

Kendaraan Panhard EBR FL-11 dikenal sebagai kendaraan hybrid yang bisa diatur mode rodanya. Misalnya mode 8×8 atau 4×4 sesuai dengan kebutuhan di medan pertempuran. Kendaraan ini diproduksi oleh Perancis.

Keunikan lain yang tidak dimiliki oleh semua kendaraan tempur di dunia di antaranya memiliki kemudi ganda hingga bisa dikemudikan secara maju maupun mundur. Kendaraan ini dapat mengangkut empat personel meliputi komandan, juru tembak dan dua pengemudi di depan dan belakang. Untuk sistem persenjataan, kendaraan tempur ini menggunakan kanon kaliber 90 mm dan 75 mm.

Helikopter Nbell-412 SP/HP/EP

Helikopter yang pertama kali diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia pada tahun 1984. Helikopter ini diperkaya persenjataan yang lengkap meski tergolong helikopter sipil. Indonesia sudah memiliki 44 unit heli Nbell-412 yang diserahkan ke Skadron 11/Serbu di Semarang, Jawa Tengah.

Heli ini dilengkapi senjata FN-Herstal MAG 58 kaliber 7,62 mm hingga peluncur roket FFAR jenis T.905 kaliber 2,75 inchi. Heli ini terdiri dari tiga jenis mulai dari Special Performance, High Performance, dan Enchanced Performance.

Ketiganya tak memiliki perbedaan mencolok. Namun, hanya mesin yang digunakannya saja yang memiliki spesifikasi tertentu seperti kemampuan jelajah, kecepatan, dan serangan. Heli ini dapat menampung 11 personel TNI AD dengan persenjataan lengkap.(pdn)

Ternyata Indonesia sudah bisa memproduksi alat perang serta kendaraan perang sendiri. Mau tahu apa saja? Berikut informasinya.

INFOKAN PADA SAHABAT: