Lima Hewan Penghisap Darah Yang Perlu Diwaspadai

Berinformasi.com, Jakarta – Umumnya manusia hanya mengenal tiga hewan penghisap darah, yaitu nyamuk, kutu dan lintah. Ternyata ada hewan lain yang bisa menghisap darah.

Hewan-hewan tersebut suka sekali menghisap darah dari makhluk hidup lain seperti hewan atau manusia. Di beberapa daerah bahkan dianggap seperti monster mengerikan. Inilah hewan yang menghisap darah dari makhluk hidup yang ditemuinya.

Lamprey (Lampreta fluviatilis)

Lamprey adalah makhluk yang mirip sekali dengan belut. Hanya saja pada bagian mulut terdapat semacam gigi tajam yang digunakan untuk mencari mangsa. Biasanya lamprey akan berenang lalu hinggap pada inangnya yang berupa ikan atau makhluk air lain. Ia akan menyerap darah hingga membuat tubuh inangnya jadi berlubang.

Lamprey dewasa memiliki panjang hingga 100 cm. Mereka termasuk hewan purba yang masih bisa bertahan hingga sekarang. Lamprey memiliki 38 jenis dan 18 jenis di antaranya adalah parasit bagi hewan lainnya. Lamprey penghisap darah hewan yang masuk ke dalam air. Bahkan manusia yang masuk ke dalam air pun akan ditempeli dan mulai dihisap darahnya banyak-banyak.

Oxpecker (Buphagus sp.)

Oxpecker adalah nama dari dua spesies burung dari family Buphagidae. Burung ini banyak sekali tinggal di kawasan sub-Sahara di Afrika. Mereka akan berkumpul di dekat mamalia besar seperti kerbau, zebra, dan jerapah lalu hinggap di atas tubuhnya. Awalnya ilmuwan yang meneliti mengatakan jika hubungan dua hewan ini saling menguntungkan. Burung memakan kutu lalu kerbau tidak merasa gatal.

Namun baru-baru ini ditemukan sebuah fakta yang sangat mencengangkan. Hewan penghisap darah dari tubuh inangnya. Ia akan membuat luka baru pada tubuh hewan lalu menghisap darahnya perlahan-lahan. Burung ini secara eksklusif hanya meminum darah mamalia dan tidak memakan daging atau biji-bijian.

Vampire Finch (Geospiza difficilis septentrionalis)

Vampire Finch adalah burung kecil yang habitatnya berada di Kepulauan Galapagos. Burung jenis Finch kebanyakan mengonsumsi biji-bijian atau madu dari bunga-bungaan. Namun jenis ini justru mengonsumsi darah dari burung lain yang ukurannya sama atau sedikit lebih besar. Burung ini biasanya akan terbang lalu bermanuver dan mematuk tubuh dari burung yang menjadi sasaran mangsanya. Setelah burung itu tak berdaya, ia akan terus membuat lubang pada tubuh hingga darah yang mengucur bisa dihisap dengan cepat.

Vampire Finch juga bisa membedakan rasa dari darah mangsanya. Jika darah dari mangsa tidak merasa enak, maka ia akan berganti ke mangsa lain. Ia hanya menginginkan darah yang memiliki rasa nikmat untuk dihabiskan. Korban dari Vampire Finch biasanya akan mengalami pendarahan hingga kadang bisa menyebabkan kematian.

Candiru (Vandellia cirrhosa)

Candiru adalah ikan yang ukurannya sangat kecil, pertumbuhan maksimalnya hanya mencapai 40 cm. Ikan ini sejenis dengan lele dan hidup di sungai-sungai Bolivia, Brasil, Kolombia, dan Peru. Ikan ini dikabarkan suka sekali menghisap darah manusia yang kebetulan mandi di sungai. bentuknya yang kecil membuat manusia tidak sadar jika mereka mulai masuk ke dalam baju dan menghisap darahnya banyak-banyak.

Kasus paling mengerikan dari kasus ikan mengerikan ini terjadi pada tahun 1997. Hewan kecil ini masuk ke dalam baju dan menyusup ke dalam organ vital seorang pria. Ia akhirnya menghisap darah di dalam tubuh dan mengakibatkan pria yang saat itu berusia 23 tahun mengalami sakit yang cukup parah pada organ reproduksinya. Saat dilakukan pemeriksaan, terdapat Candiru di dalam tubuhnya hingga butuh dikeluarkan agar gangguan hilang.

Kelelawar Vampire (Desmodus rotundus)

Mungkin ide dari drakula yang berubah menjadi kelelawar terinspirasi dari makhluk ini. Pasalnya kelelawar yang banyak sekali hidup di Amerika, Meksiko, Brasil, Chile, dan Argentina ini mencukupi kebutuhan nutrisinya dengan menghisap darah. Biasanya hewan yang diburu adalah hewan ternak seperti sapi, kambing, babi, hingga jenis-jenis unggas yang akan mati karena kehabisan darah.

Untuk beberapa kasus, kelelawar ini juga menyerang manusia. Mereka akan menghisap darah manusia yang ditemuinya di jalanan. Setelah mendapatkan gigitan dan darahnya diisap, korban akan mengalami sakit pada bagian yang tertusuk gigi. Kebanyakan korban yang mendapatkan serangan juga mengaku terkena rabies yang menyebar dari air liur kelelawar.(pdn)

INFOKAN PADA SAHABAT: