Lima Motor Militer Yang Pernah Dipakai Saat Perang Dunia

Berinformasi.com, Jakarta – Adanya Perang Dunia II secara tidak langsung mengenalkan banyak teknologi terbaru yang dikenalkan setiap negara, seperti motor militer.

Teknologi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sebuah negara dalam mempertahankan teritorial dan harga dirinya.

Hal yang sama terjadi dalam penyediaan kendaraan roda dua selama Perang Dunia. Mulai dari Amerika Serikat hingga Jerman dan Inggris. Negara-negara besar berlomba-lomba menciptakan motor terbaiknya untuk digunakan oleh para prajurit mereka.

Meski secara kekuatan motor terbilang lemah ketimbang mobil, namun dalam Perang Dunia kehadiran motor memiliki banyak manfaat. Misalnya, motor dianggap dapat menerjang daerah-daerah terpencil. Juga menjadi kendaraan yang simpel untuk dipakai para prajurit pengintai terutama yang dituntut bergerak cepat. Berikut lima motor yang pernah dipakai saat Perang Dunia.

Punch 800

Sepeda motor yang digunakan militer merupakan perkembangan dari model sepeda motor yang digunakan oleh sipil. Dengan pendekatan macam itu, kantor militer biasanya memesan langsung pada pabrikan unit motor dengan jumlah yang banyak untuk para tentara mereka.

Seperti yang sejarah catat untuk Punch 800, motor pabrikan Austria yang dibeli langsung oleh militer mereka dari pabriknya. Motor ini memiliki fitur yang tak biasa, yakni mesin-v (konfigurasi untuk pembakaran internal) yang dangkal dan dipasang di rangka sepeda. Punch 800 biasanya dilengkapi dengan sespan agar dapat mengangkut lebih banyak beban.

FN M12

Nama produsen motor kenamaan Belgia, FN, yang berpusat di Liege. Tercatat telah menjual sepeda motor tangguh kepada Angkatan Darat Belgia. Motor yang dinamai M12 dan telah menopang keperluan militer Belgia sejak Perang Dunia I itu mulanya merupakan kendaraan roda dua untuk sipil.

Dalam urusan perang, secara umum, M12 jauh lebih oke ketimbang model-model FM lainnya. Mesin berukuran besarnya dipercaya mampu membawa beban besar, salah satunya sespan berbentuk kotak yang bisa mengangkut senapan mesin di bagian depan dan belakang motor.

Bukan cuma itu, dengan kemampuan atret alias memiliki gigi mundur, motor ini membantu pengendaranya dalam medan sempit.

CZ 175

Dibandingkan dengan kendaraan roda dua militer lainnya, CZ 175 sebenarnya tak cukup tangguh. Motor asal Ceko ini hanya memiliki kursi tunggal dan mesin 175 cc, salah satunya karena memang dibikin untuk menunjang berbagai keperluan kecil.

Meski demikian, motor tersebut masih bisa dibilang unggul untuk mengatasi medan yang kasar ketimbang motor sipil lainnya.

Gnome-Rhone 750 Armée

Dirilis pada 1938, kekuatan Angkatan Darat Prancis tak bisa dipandang sebelah mata salah satunya karena kehadiran Armée. Berbeda dengan versi pasaran, motor ini dibeli oleh militer Prancis dengan model bersespan. Meski demikian, mesin 750 cc-nya hanya berfungsi untuk menggerakkan roda belakang, tidak bersama dengan sespannya.

Perkembangan Armée tidak berhenti sampai Gnome-Rhone 750. Mereka sempat meningkatkan kemampuan motor tersebut dengan menambah kekuatan mesinnya menjadi 804 cc dan diberi nama AX2.

BMW R75

Nama satu ini memang tak bisa lepas dari jasanya kepada militer Jerman. Ya, ialah BMW yang pernah mengorbitkan banyak sepeda motor spesifikasi militer salah satunya R75.

Secara fisik, motor ini memang terlihat keren. R75 memiliki sespan berupa rak yang biasanya dimanfaatkan militer untuk membawa mortir dan senapan mesin. Dengan begitu, motor ini menjelma sebagai sebuah senjata bergerak yang menakutkan.

Kendaraan ini biasanya digunakan untuk unit Kradschützen, pasukan sepeda motor  dalam divisi Panzer militer Jerman. Tapi, dalam beberapa kesempatan, R75 juga digunakan oleh pasukan terjun payung, yang membawanya di palka angkutan Junkers 52.(pdn)

INFOKAN PADA SAHABAT: