Lima Negara Ini Merupakan Penghasil Timah Terbesar Di Dunia

Berinformasi.com, Jakarta – Salah satu hasil bumi yang terkenal dan banyak dibutuhkan adalah penghasil timah. Timah (Tin) merupakan Logam lembut, lentur dan berwarna putih keperakan.

Yang disimbolkan dengan Sn pada lambang kimianya. Lambang Kimia Sn ini yang berasal dari bahasa latin Stannum dengan nomor Atomnya adalah 50.

Timah merupakan bahan baku yang memegang peranan penting dalam Industri Elektronika dan Kelistrikan. Hampir semua perangkat Elektronik dan Kelistrikan seperti Televisi, Ponsel, Komputer, Kulkas dan Pengatur Suhu Ruangan menggunakan Timah sebagai bahan untuk penyambungan komponen elektronika dengan Papan Sirkuitnya ataupun penyambungan kabel dengan konektor penyambungannya. Proses penyambungan tersebut biasanya disebut dengan Solder.

Selain pada industri perangkat Elektronik dan Listrik, Timah juga digunakan sebagai pelindung logam agar tidak mudah karat, kaleng makanan dan bahan untuk kerajinan tangan yang diperuntukan sebagai Cinderamata.

Negara mana saja yang menjadi negara penghasil timah terbesar di dunia? Inilah lima peringkat teratasnya.

Cina

Tidak hanya memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia, Cina juga memiliki penghasilan timah terbesar di dunia. Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Asosiasi Timah Internasional, produksi timah Cina periode Januari hingga April 2018 mencapai 56.800 ton. Produksi tambang Cina telah meningkat signifikan dikarenakan peningkatan output dari Mongolia Dalam.

Indonesia

Siapa yang menyangka bahwa Indonesia menduduki peringkat 2? Indonesia merupakan salah satu dari empat produsen timah utama di dunia. Produksi bijih timah Indonesia sendiri berpusat di Pulang Bangka. Pada tahun 1989, Indonesia menghasilkan 29.900 ton timah olahan dari bijih lokal, dan  paada akhir 1980-an, Indonesia mengekspor 80% dari produksi timahnya.

Peru

Peru memiliki tambang timah terkenal yang bernama Tambang San Rafael Minsur. Tambang tersebut terletak di Wilayah Mari√°tegui. Tambang San Rafael Minsur merupakan satu-satunya pemasok timah terintegrasi di Peru, yang mana tambang tersebut menghasilkan 15,5% dari produksi dunia. Pada tahun 2005, produksi timah dari tambang tersebut adalah sebesar 42.145 ton, disusul satu tahun setelahnya yaitu sebesar 38.470 ton.

Bolivia

Tambang Bolivia telah menghasilkan cassiterite, sumber utama timah, sejak tahun 1861. Bolivia sempat mengalami masalah pada produksi timah pada awal tahun 1980-an. Masalah-masalah tersebut adalah tambang bawah tanah dan peleburan yang berbiaya tertinggi, infrastruktur yang buruk, proses pengolahan timah yang kompleks, dan lain sebagainya. Meskipun begitu, pada akhir tahun 1980-an, timah masih menyumbang sepertiga dari seluruh ekspor mineral Bolivia disebabkan oleh kinerja yang kuat oleh sektor pertambangan menengah dan kecil. Cadangan timah Bolivia pada tahun 1988 diperkirakan mencapai 453.700 ton, dimana 250.000 ton ditemukan di tambang berukuran sedang, 143.700 ton di tambang Comibol, dan 60.000 ton di tambang kecil.

Brazil

Jika Peru  memiliki tambang timah terkenal bernama Tambang San Rafael Minsur, Brazil memiliki Tambang Pitinga. Tambang Pitinga diperkirakan memiliki deposit timah terbesar yang belum dikembangkan di dunia. Pada tahun 1982, Biro Pertambangan AS memperkirakan bahwa Brasil memiliki total cadangan timah sebesar 67.000 ton. Pada tahun 1986, cadangan timah Pitinga saja diperkirakan mencapai 575.000 ton.(pdn)

INFOKAN PADA SAHABAT: