Mengenal Lima Hewan Nokturnal Yang Hidup Di Bumi

Berinformasi.com, Jakarta – Hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari. Aktivitas yang merupakan kebalikan dari perilaku manusia (diurnal).

Hewan nokturnal umumnya memiliki kemampuan pendengaran dan penciuman serta penglihatan yang tajam. Di kebun binatang, hewan nokturnal ditempatkan pada kandang khusus kedap cahaya untuk mengalihkan siklus tidur mereka agar tetap aktif selama waktu berkunjung.

Berikut ini hewan nokturnal yang masih ada di bumi.

Kalong India (Pteropus giganteus)

Sebagian besar dari 1000-an spesies kelelawar merupakan nokturnal. Namun kalong India dinilai sebagai spesies menarik. Ukurannya besar, cakarnya tajam, moncongnya panjang, dan kepak sayapnya mencapai 1,5 meter. Mereka tersebar juga di Nepal, Maladewa, dan Bangladesh.

Kalong ini pemakan buah. Di malam hari, mereka akan melakukan perjalanan jauh demi memburu makanan. Indera penglihatan mereka memang sangat baik. Selain itu, udara dinginnya malam justru membantu kelelawar agar panas tubuhnya selama terbang bisa terobati.

Eyelash Viper (Bothriechis schlegelii)

Ular berbisa ini menghuni hutan hujan tropis di Amerika Tengah dan Selatan. Namanya diambil modifikasi sisik di atas matanya, yang memang mirip dengan dengan bulu mata. Mereka hadir dengan aneka warna tubuh. Ada ular berwarna kuning, hijau, cokelat, dan merah.

Ular ini senang menghabiskan waktu di cabang pohon dan memburu mangsa di malam hari. Jangan mau berurusan dengannya, sebab racun hemotoxic dalam ular ini bisa berakibat fatal. Racun tersebut menjadi senjata andalan ketika ia bertemu dengan ancaman atau sasaran.

Barn Owl/ Serak Jawa (Tyto alba)

Burung hantu memang tampil sebagai ikon makhluk nokturnal. Demikian juga dengan barn owl yang khas dengan wajah berbentuk hati serta bulu yang indah dan bermata besar. Jika di siang hari mereka beristirahat dengan tenang, maka di malam hari mereka mulai beroperasi. Mereka berburu menggunakan indera penglihatan dan pendengaran yang tajam.

Rakun

Seperti burung hantu, rakun pun memiliki indera pendengaran dan penglihatan yang sangat baik. Malam pun menjadi waktu yang tepat untuk berburu serangga, buah-buahan, ikan, katak, kacang, telur, dll. Mereka bahkan terbiasa melakukan perjalanan sejauh 29 km ketika mencari makanan.

Gray Wolf/ Serigala Abu-abu

Bicara tentang serigala kita jadi ingat hewan yang melolong di malam hari. Suara mereka seringkali menjalarkan aura mistis nan mengerikan. Padahal mereka memang baru beraktivitas pada malam hari. Ada pun suara itu menjadi semacam komunikasi, panggilan jarak jauh, atau menandai wilayah kekuasaan.

Serigala abu-abu ini merupakan spesies paling besar. Beratnya bisa mencapai 65 kg. Sementara panjangnya sekitar 3-4 meter. Suhu malam bisa membuat energi tubuh mereka jadi hemat. Sementara untuk berburu, serigala ini unggul dalam hal penglihatan dan pelacakan.(pdn)

INFOKAN PADA SAHABAT: