Perbedaan Tujuh Jenis Plastik Yang Ada Di Sekitar Kita

Berinformasi.com, Jakarta – Ada banyak plastik di sekitar kita. Setiap jenis plastik memiliki manfaat serta bahayanya tersendiri untuk manusia dan lingkungan.

Hampir semua orang pasti pernah menyentuh plastik. Yang ada di rumah ataupun di luar rumah. Biasanya untuk kemasan makanan, bungkus obat, belanja sayuran, atau bahkan peralatan dapur.

Tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan berbagai plastik dan kegunaannya. Akibat ketidaktahuan itu, banyak orang yang masih menggunakan plastik secara sembarangan tanpa memperhatikan kegunaannya.

Plastik yang tidak digunakan sesuai fungsinya justru akan semakin meningkatkan bahaya yang ada di dalamnya. Maka dari itu ketahui jenis-jenis plastik yang ada agar mengetahui pilihan yang baik yang sesuai dengan kegunaannya.

Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan tujuh jenis plastik yang ada serta kegunaan dan bahayanya.

PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate)

Plastik jenis ini digunakan sebagai bahan botol plastik untuk air minum kemasan. Biasanya tidak berwarna atau transparan. Penggunaannya hanya cocok untuk sekali pakai dan sangat tidak dianjurkan untuk diisi air hangat apalagi air panas.

Meskipun cukup aman dan tidak mengandung BPA, namun kontak suhu panas dapat meracuni makanan dengan antimon dan metaloid beracun. Produk yang biasa menggunakan jenis plastik PETE atau PET yaitu air mineral, minuman botol plastik, atau bumbu dapur. Sebagai produk sekali pakai, plastik kemasan ini menjadi salah satu sumber sampah plastik terbesar di muka bumi.

Plastik HDPE (High Density Polyethylene)

Botol plastik biasa digunakan untuk minuman berwarna putih susu. Sama seperti jenis plastik PETE atau PET, plastik HDPE juga hanya dianjurkan untuk penggunaan sekali pakai. Meskipun terkesan aman, namun ternyata dapat juga menimbulkan zat kimia estrogen yang membahayakan janin dan remaja.

Plastik jenis ini biasa digunakan untuk botol jus, detergen, botol sampo, dan kantong belanjaan. Dengan sifatnya sebagai plastik kemasan sekali pakai, maka volume sampah plastik HDPE juga cukup banyak di lingkungan.

Jenis Plastik PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC merupakan kenis plastik yang paling sulit didaur ulang dibandingkan bahan lainnya. Bentuknya bisa fleksibel ataupun kaku dan biasa digunakan untuk pipa, plastik kemasan bungkus makanan, mainan anak, dan lantai vinyl. Selain membahayakan ginjal dan hati, zat bernama DEHP di dalam plastik PVC juga dapat memengaruhi hormon maskulin menjadi feminin. Plastik PVC tidak pernah digunakan sebagai botol plastik minuman karena bahan pembuatnya yang sangat berbahaya.

Plastik LDPE (Low Density Polyethylene)

Plastik LDPE secara umum memiliki standar food grade. Plastik dengan standar food grade baik untuk berbagai makanan dan minuman. Bahannya pun mudah didaur ulang dan sangat cocok untuk wadah kemasan yang kuat namun tetap fleksibel. Meskipun tidak mengandung zat BPA, namun seperti plastik lainnya, plastik LDPE dapat memicu zat estrogenik berbahaya. Biasanya plastik kemasan ini digunakan untuk kantong roti, kantong sampah, karton susu, dan juga gelas minuman.

Jenis Plastik PP (Polypropylene)

Dari segi kualitas plastik jenis PP ini adalah yang terbaik untuk makanan dan juga minuman. Mirip seperti plastik PETE atau PET, plastik PP pun memiliki bentuk yang transparan. Dengan daya tahan yang baik terhadap panas, polypropylene terbukti tidak menghasilkan zat kimia berbahaya sebanyak jenis lainnya. Biasanya digunakan untuk botol plastik yoghurt, botol susu bayi, dan wadah makanan antar. Dari semua jenis jenis plastik yang ada, plastik PP ini yang paling direkomendasikan untuk makanan dan minuman.

Jenis Plastik PS (Polystyrene)

Styrofoam dan juga wadah makanan sekali pakai lainnya umumnya dibuat dari bahan PS atau polystyrene ini. Dalam keadaan panas, plastik ini dapat menghasilkan zat styrene yang dapat meracuni makanan dan minuman kita. Tidak hanya itu, bahan plastik ini juga tidak dapat mengurai dengan tanah dan akan menimbulkan gas beracun bila dibakar. Plastik kemasan ini tidak sekadar menimbulkan sampah plastik tetapi juga menghasilkan polusi yang mencemari lingkungan sekitar.(pdn)

INFOKAN PADA SAHABAT: