Ternyata Kucing Persia Memiliki Empat Jenis Yang Berbeda

Berinformasi.com, Jakarta –  Kucing Persia merupakan salah satu kucing populer di Indonesia. Sehingga kucing ini tidak asing lagi bagi beberapa kalangan pecinta kucing.

Kucing ini memiliki paras yang lucu sehingga menjadi salah satu alasan kucing ini banyak digemari. Berikut empat jenis kucing persia yang ada.

Himalaya

Jenis himalaya memiliki ciri-ciri hidung yang tidak terlalu pesek jika dibandingkan dengan kucing persia jenis lain. Kucing ini mempunyai bulu panjang dan tebal. Ciri lainnya adalah tubuhnya yang besar dibandingkan dengan kucing persia jenis lain. Beratnya bisa mencapai 4 hingga 6 kg.

Warna bulu dari kucing ini sangat khas. Warna pada bulu itu disebut color point, karena memiliki warna bulu yang berpola dibagian wajah, telinga, hidung, ekor dan ujung kaki. Bagian yang berpola ini biasanya berwarna gelap seperti coklat tua atau hitam. Sedangkan bagian tubuh lainnya berwarna cokelat muda atau putih.

Kucing jenis himalaya memiliki bulu yang panjang dan tebal. Dibagian ekor kucing persia himalaya lebih panjang dan ditutupi bulu yang tebal. Kakinya pendek dan tidak suka melompat atau memanjat. Kucing persia himalaya cenderung jinak dan tenang.

Flatnose

Ciri khas dari kucing jenis flatnose terletak pada hidungnya yang pesek. Hidungnya berukuran kecil dan terlihat hampir sejajar dengan matanya.

Bentuk kepala dari kucing jenis ini adalah sedikit kotak. Sehingga membuat kesan pipinya chubby. Bulunya panjang dengan mata dan telinganya yang kecil. Selain itu bentuk telinganya juga meruncing.

Badannya gemuk dan juga terlihat pendek. Ini karena jenis kucing persia ini memiliki kaki yang sedang, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek.

Jenis kucing persia ini banyak digemari. Kucing ini tidak seperti jenis himalaya yang tenang. Kucing flatnose lebih aktif dan suka melompat, memanjat, serta bermain-main dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Sebaiknya jauhkan benda-benda berharga atau yang mudah pecah. Atau bisa sediakan tempat lapang seperti halaman belakang untuk tempat bermainnya.

Medium

Kucing persia jenis medium memiliki hidung yang tidak pesek dan juga tidak mancung. Namun, bulu yang dimiliki jenis kucing ini adalah yang paling lebat di antara jenis yang lain.

Kucing jenis medium juga memiliki kaki yang lebih panjang di antara jenis lainnya. Bentuk muka jenis kucing ini pun sedikit berbeda dari jenis kucing lainnya. Karena hidungnya yang lebih mancung, bentuk moncongnya pun lebih runcing dibanding jenis lainnya.

Kucing jenis medium dibedakan menjadi dua, shorthair dan longhair. Perbedaan ini dilihat berdasarkan panjang bulunya. Untuk perawatan, longhair memerlukan perhatian ekstra karena bulunya yang lebih panjang.

Peaknose

Kucing jenis ini memiliki hidung paling pesek di antara jenis lainnya. Hidungnya yang pesek bukan berarti tidak berharga. Kucing persia peaknose menjadi kucing dengan harga jual paling tinggi di antara yang lainnya. Untuk ukuran dewasa, jenis Peaknose bisa dihargai sampai dua belas juta rupiah.

Jenis kucing ini memang terlihat mirip dengan jenis flatnose. Yang membedakan adalahnhidung dari peaknose terlihat lebih kecil, datar dan pesek dibandingkan dengan flatnose. Ditambah badannya yang gemuk menambah kesan imut dari si kucing mahal ini. Tidak jarang kucing persia peaknose sering diikutsertakan dalam kontes kucing.

Kucing jenis peaknose dibedakan menjadi dua, yaitu persia peaknose dan persia peaknose ekstrim. Perbedaan keduanya terletak pada hidung mereka. Jenis persia peaknose memiliki hidung yang pesek, sedangkan untuk jenis peaknose ekstrim hidungnya lebih pesek lagi.(pdn)

Ternyata monyet memiliki beberapa jenis spesies. Bahkan sudah ada yang terancam punah, Mau tahu apa saja? Berikut informasinya.

INFOKAN PADA SAHABAT: