Tiga Jenis Teleskop Optik Yang Dipakai Untuk Mengamati Luar Angkasa

Berinformasi.com, Jakarta – Teleskop optik dapat digunakan untuk mengamati benda-benda luar angkasa. Benda-benda luar angkasa yang diamati biasanya bintang, Bulan, planet dan Matahari.

Di awal teleskop ditemukan bentuknya memang seperti corong dan di intip dari belakang. Namun setelah berbagai kelemahan serta cacat optik muncul di era teleskop Galileo maka pengembangan teleskop mulai berubah. Mulai dari bentuk teleskop hingga media pengumpul cahaya yang digunakannya.

Secara garis besar teleskop optik terbagi menjadi 3 jenis. Berikut nama-nama ketiga teleskop tersebut

Teleskop Refraktor

Pertama kali telekop ditemukan adalah jenis refraktor. Dalam telekop ini lensa digunakan sebagai media untuk mengumpulkan cahaya. Biasanya teleskop ini menggunakan dua buah lensa utama.

Lensa objektif diletakkan di bagian depan tabung teleskop dan lensa okuler berada di bagian belakang tabung teleskop. Salah satu kelebihan teleskop ini adalah kemampuannya memisahkan dua objek yang berada dikejauhan.

Sebagai contoh ketika mengamati bintang ganda Alpha Centauri. Jika menggunakan mata telanjang bintang tersebut tampak sebagai kesatuan bintang. Namun jika menggunakan teleskop refraktor bintang Alpha Centauri akan tampak sebagai dua bintang yang saling berdekatan.

Teleskop refraktor baiknya digunakan untuk pengamatan objek-objek yang memiliki cahaya terang seperti Bulan, Planet dan Bintang terang. Teleskop ini memiliki kelemahan yaitu munculnya aberasi kromatik dan aberasi sferis yang disebabkan oleh cacat lensa. Aberasi kromatik adalah cacat lensa yang menciptakan warna pelangi disekitar bayangan benda langit. Namun kini aberasi kromatik dapat dihindari dengan menambahkan lensa korektor yang berada tepat di bagian belakang lensa obyektif.

Teleskop Reflektor

Teleskop reflektor ini dibuat setelah teleskop refraktor ada. Teleskop ini dibuat untuk memperbaiki kelemahan yang ada pada teleskop refraktor. Teleskop reflektor dikembangkan oleh Sir Issac Newton yang ingin menghilangkan kelemahan teleskop refraktor.

Cermin digunakan Issac Newton sebagai media pengumpul cahaya. Teleskop reflektor menggunakan cermin parabolik sebagai media pengumpul cahaya. Pengumpul cahaya pada teleskop reflektor terletak di bagian belakang tabung teleskop.

Cermin sekunder diletakkan dibagian depan. Fungsinya untuk membelokkan seluruh berkas cahaya ke arah pengamat. Cermin sekunder dapat berupa cermin datar, cermin parabolik maupun cermin hiperbolik.

Kelebihan teleskop ini adalah kemampuan pengumpulan cahaya yang amat banyak. Teleskop jenis ini sangat cocok untuk pengamatan benda-benda langit yang redup seperti komet, nebula dan galaksi. Namun kelemahannya muncul koma, abrasi sferis dan astigmatisme. Koma adalah cacat optik dimana sebuah bintang tampak tidak berbentuk sebuah titik melainkan tampak seperti komet.

Teleskop Katadioptry

Teleskop katadioptri(Catadioptry) merupakan penggabungan antara teleskop refletor dan refraktor. Media pengumpul dari teleskop ini adalah cahaya yang digunakan merupakan gabungan dari kombinasi sistem optik lensa dan cermin.

Lensa berfungsi sebagai korektor dan cermin sebagai pengumpul cahaya. Desain teleskop Schmidt Cassegrain merupakan salah satu contoh desain teleskop katadioptri. Teleskop katadioptri terletak pada kemampuannya dalam mengoreksi cacat-cacat optik

Cacat optik seperti aberasi sferis, aberasi kromatik dan cacat-cacat optik lainnya. Selain itu, keduanya memiliki kelebihan apa yang dimiliki oleh teleskop refraktor dan teleskop reflektor.(pdn)

Ada lima jenis komet yang bisa diamati dengan teleskop. Jenis komet apa saja itu? Berikut informasinya.

INFOKAN PADA SAHABAT: