Tiga Pesawat Antariksa Yang Berhasil Mencapai Komet Dan Asteroid

Berinformasi.com, Jakarta – Sekitar 4,6 miliar tahun lalu asal mula tata surya berawal dari adanya komet dan asteroid.

Komet dan asteroid adalah jenis batuan luar angkasa yang mengorbit Matahari. Penemuan astroid terletak di sabuk utama tata surya. Komet kemungkinan berasal dari Awan Oort, batas Tata Surya.

Para ilmuwan menggunakan pesawat antariksa untuk mempelajari komet dan asteroid. Sehingga memperoleh data ilmiah tentang bagaimana lingkungan kosmik terbentuk. Beberapa pesawat antariksa telah berhasil mencapai sejumlah komet dan asteroid dalam beberapa dekade terakhir. Berikut ini adalah nama-nama pesawat antariksa tersebut.

Galileo

Pesawat antariksa Galileo milik NASA adalah pesawat pertama yang pernah mengunjungi asteroid, bukan hanya satu tetapi dua sekaligus. Galileo menjalankan misi selama delapan tahun untuk mempelajari Planet Jupiter.

Pertemuan pertama umat manusia dengan asteroid terjadi pada tanggal 29 Oktober 1991, ketika Galileo melakukan terbang lintas mendekati asteroid Gaspra. Selama peristiwa bersejarah ini, Galileo berhasil mendekati Gaspra dari jarak 1.604 kilometer.

Gaspra adalah sebuah asteroid tipe-S, yang mengandung silika. Batuan luar angkasa ini memiliki area datar misterius. Kemungkinan Gaspra adalah pecahan dari tabrakan antara objek induk yang lebih besar sebelumnya dengan objek lain.

Kemudian, pada tanggal 28 Agustus 1993, Galileo membuat sejarah kembali.

Asteroid Ida dan Dactyl merupakan dua buah objek yang benar-benar aneh. Keduanya mengalami pelapukan di luar angkasa yang menyebabkan permukaannya berubah merah seiring waktu. Setelah berpetualang mengejar asteroid, Galileo melanjutkan perjalanannya ke Jupiter.

NEAR-Shoemaker

Near Earth Asteroid Rendezvous-Shoemaker milik NASA dirancang untuk mempelajari 433 Eros.

NEAR-Shoemaker berhasil mengejar dan melakukan pendaratan di asteroid 433 Eros pada tanggal 12 Februari 2001, yang juga menjadi akhir misi.

NEAR-Shoemaker tidak dirancang untuk melakukan pendaratan, sehingga mengalami kerusakan yang parah. Sebelum mendarat di asteroid 433 Eros, pesawat antariksa ini juga melakukan terbang lintas ke asteroid 253 Mathilde.

Deep Space 1

Semula hanya dimaksudkan untuk menguji mesin propulsi ion, misi Deep Space 1 diperpanjang untuk terbang mengejar asteroid 9969 Braille dan komet Borrelly.

Pesawat antariksa ini diluncurkan pada tanggal 24 Oktober 1998, dan mulai mengejar Braille pada tanggal 29 Juli 1999. Instrumen pelacaknya gagal mendeteksi Borrelly, tetapi para insinyur misi berhasil mempertahankan lintasan dan sukses mendekati komet pada bulan September 2001 dari jarak 2.000 kilometer.

Menggunakan instrumen plasma, Deep Space 1 mengambil gambar komet yang memiliki diameter sekitar 8 km.

Sedangkan asteroid Braille memiliki beberapa karakteristik yang menarik. Lintasan orbit tersebut lebih miring dibandingkan objek-objek lain di Tata Surya. Sebagai salah satu anggota asteroid di sekitar Mars, Braille berputar setiap 9,5 hari sekali dengan diameter sekitar 1 hingga 2 km. Meskipun berhasil mendekatnya dalam jarak 26 kilometer, Deep Space 1 yang mengambil gambar Braille dalam panjang gelombang cahaya tampak dan inframerah mengalami masalah dengan sistem pelacak dan hanya bisa memotret dari jarak ribuan kilometer jauhnya.(pdn)

Penerbangan pesawat antariksa ke luar angkasa tidak selalu berjalan mulus. Terkadang harus menabrakan pesawat ke komet agar bumi selamat. Inilah cerita misi NASA dalam menyelamatkan bumi dari asteroid.

INFOKAN PADA SAHABAT: